Sultra.Siberindo.co : Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe menyerahkan Demplot mengelolaan sagu kepada kelompok Tani Nunulai di Kelurahan Konawe. Kecamatan Konawe. Kabupaten Konawe.
Penyerahan yang dilakukan secara simbolis oleh wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara kepada Sultan ketua kelompok tani Nunulai berlangsung di lokasi demplot pengembangan sagu di kelurahan Konawe.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe Konawe Muhammad Akbar menjelaskan, pengembangan pengelolaan sagu merupakan upaya pemerintah dalam menjaga kearipan lokal Konawe.
Dikatakannya transformasi cinta terhadap leluhur diwujudkan dalam menjaga ketahanan pangan leluhur yaitu sagu.
Menurut dia, tempat yang sangat strategis berada di wilayah kelurahan Konawe dan di jadikan percontohan, karena tempatnya yang sangat strategis dan mudah di jangkau (pinggir jalan besar).
“Luasan kebun percontohan kelompok tani Nunulai terdiri dari 1 Hekto Are yang beranggotakan 10 orang dan menggarap berbagai macam hasil pangan, seperti Sagu, Ikan air tawar jenis nila nirwana dan ikan mas serta sayur mayur berbagai jenis,” kata Akbar.
Sementara itu, Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara dalam sambutannya mengharapkan sektor penopang ekonomi masyarakat Konawe bisa menjadi team work dalam menjaga stabilitas ekonomi pangan dengan gencar memberikan edukasi dan sosialisasi sesuai bidangnya masing masing di masyarakat.
“Pentingnya menjaga stabilitas ekonomi pangan, maka segala kebutuhan hari hari masyarakat dapat terpenuhi, apalagi menghadapi era global dan persaingan ekonomi saat ini yang semakin besar,” kada dia dalam sambutannya.
“Epicentrumnya manusia berada di perut (kenyang), setelah sehat baru di pikirkan pendidikan. biar kita sehat, pintar dan kuat, tapi kalau kita lapar, semua itu akan hilang. Bahkan rasional kita juga hilang,”tambahnya.
Jadi dengan adanya kebun percontohan (demplot) yang telah di gagas oleh Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) walaupun belum optimal. Namu dia optimis pada tahun 2021 kelima sektor tersebut bisa menjadi team terpadu dan menjadi team work Pemkab Konawe dalam menjaga stabilitas ekonomi pangan masyarakat.
“Seandainya ada 5 saja kadis kadis kayak begini, saya bisa pastikan berdua dengan pak Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bisa tenang, kita hanya berikan konsep sedikit sudah bisa inovatif dalam menjaga ekonomi pangan masyarakat,”ucapnya.
Menurutnya, ide dan gagasan pimpinan daerah sudah tertuang dalam rencana starategi kerja (Renstra) dan RPMJD tinggal bagaimana sektoral (pimpinan OPD) menerjemahkan.
“Jadi kalau sering – sering baca Renstra, pasti sudah paham semua, dinas dinas itu akan kerja secara outomaticly, tidak ada lagi yang bertanya, bagaimana ini pak, apa lagi yang harus kami kerjakan,”tambahnya.
Gusli berharap dengan masa jabatannya yang sisa tiga tahun, mampu menerjemahkan apa yang menjadi keinginan pimpinan daerah, sehingga tidak perlu lagi harus diarahkan, tapi pimpinan OPD sudah tau apa yang harus di kerjakan dalam mendukung ide dan pikiran Bupati dan wakil bupati.
Dirinya pun menyakini, membangun Konawe tidak bisa di lakukan secara parsial namun harus di dukung oleh OPD sehingga bisa terbentuk team work dalam mendukung program visi misi KSK – GTS.
“Semua harus terpadu, jadi kalau terpadu muaranya pada kita,” tutupnya. (randa/www.kalosranews.com)











Komentar