oleh

Staf Khusus Menteri Pertanian Panen Jagung di Kendari

KENDARI – Staf Khusus Menteri Pertanian (Mentan)  Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian Yesiah Ery Tamalagi, melakukan panen raya jagung di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat 2 September 2020. Panen raya yang dilakukan di atas lahan seluas dua hektar milik kelompok Tani Mula Mendre, dengan hasil penen sekitar 16 ton jagung.

Menurut Yesiah, aksi panen raya yang dilakukan di tengah kota seperti di Kendari, sangat jarang ditemui di Indonesia. Hal itu karena ketersediaan lahan di tengah kota yang sangat terbatas, serta struktur tanah yang sangat jarang untuk ditempati bercocok tanam.

“Petani dan penyuluhnya harus diapresiasi, jarang kita lakukan panen di tengah kota dan di pinggir jalan seperti ini. Ini hal yang bagus, memanfaatkan lahan tidur dalam kota, dan hasilnya bisa panen raya sampai 16 ton,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kendari Prayatno Ginting mengatakan, jagung yang dipanen adalah milik kelompok tani Mula Mendre binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Puuwatu. BPP Puuwatu sendiri merupakan BPP model kostratani yang menjadi binaan Balai Karantina Pertanian Kendari.

Kata dia, kegiatan panen raya tersebut, merupakan salah satu bentuk implementasi pendampingan petani dalam mengimplementasikan program utama kementan dalam tahapan pendampingan pembinaan BPP model kostratani.

Baca Juga  Idul Adha, Majelis Ijtihad Qur'ani dan PPHQ Makmur Hamidah Qurban Belasan Ekor Sapi

“Hasil panen sendiri telah siap ditampung oleh pengusaha lokal, untuk selanjutnya bersama dengan jagung dari kabupaten lain kemudian di pasarkan ke luar Sultra, diantaranya ke Surabaya dan Makasar,” ujar Prayatno.

Menurutnya, data IQFast milik Badan Karantina Pertanian mencatat volume perdagangan jagung Sultra ke provinsi lain menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

“Jika kita membandingkan periode yang sama, Januari-September 2019 dan 2020, ada kenaikan volume pengiriman jagung sebesar 178 persen. 2019 tercatat lebih dari 5.143 ton, sedangkan 2020 sampai dengan September sejumlah 14.304 ton,” katanya.

Baca Juga  PERHUTANI Dan BPBD Ciamis Lakukan Investigas Longsor Gunung Sawal

Jika melihat data yang ada, kata dia, jagung Sultra memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Dan jika fokus, bukan tidak mungkin status perdagangan jagung Sultra bisa ditingkatkan, dari hanya domestik antar provinsi bisa  didorong untuk di ekspor langsung ke mancanegara.

Prayatno menambahkan, demi menjaga kualitas jagung Sultra, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar jagung Sultra kedepannya dapat diekspor langsung ke luar negeri.

“Ada nilai tambah yang besar untuk daerah dan petani tentunya, jika ekspor jagung dapat dilakukan langsung ke negara tujuan,” tuturnya. (bas/irwan)

sumber: penasultra.id

Komentar

News Feed