KENDARI – Ketua Pengelola Bidikmisi Universitas Halu Oleo (UHO) Pendais Haq geram dengan ulah segelintir orang yang membawa-bawa beasiswa bidik misi dalam kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.
Pendais menegaskan penerima beasiswa bidikmisi tidak ada kaitannya dengan politik dimana pun. Ia juga membantah isu yang berkembang mengatasnamakan bidikmisi UHO mengarahkan mahasiswa pada salah satu pasangan calon di Pilkada, khususnya di Kabupaten Muna.
“Itu tidak benar, apa lagi melakukan ancaman akan mengeluarkan mereka dari bidik misi. Itu sungguh tidak benar dan fitnah,” kata Pendais di Kendari, Kamis 1 Oktober 2020.
Kata dia, bagi mahasiswa peserta bidikmisi/KIP kuliah UHO yang sedang menghadapi Pilkada di tujuh daerah di Sultra khususnya di Kabupaten Muna diberikan kebebasan untuk memilih sesuai hati nuraninya. Dan sama sekali tidak berkonsekuensi pada statusnya sebagai penerima beasiswa bidikmisi.
Ia juga mengaku, tak ada hubungannya dukungan mahasiswa di Pilkada dengan statusnya penerima beasiswa bidikmisi.
“Saya dosen tetap berdomisili di Kendari dan kebetulan saja kampung saya di Muna. Tapi saya tidak pernah mengarahkan mahasiswa bidikmisi untuk mendukung salah satu pasangan calon,” ujarnya. (bas/irwan)
sumber: penasultra.id











Komentar