oleh

Siapkan SDM Unggul, PT GKP Gelar Kelas Kepemimpinan pada Siswa SD di Wawonii

Konawe Kepulauan, siberindo.co – PT Gema Kreasi Perdana (GKP) menggelar kelas Kepemimpinan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Rokoroko, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (25/2/2023). Kegiatan tersebut melibatkan 50 siswa-siswi di SDN 06 Rokoroko.

Manajer Eksternal PT GKP, Cipto Rustianto mengungkapkan, kelas kepemimpinan bersama GKP ini merupakan upaya untuk menanamkan dasar-dasar kepemimpinan kepada para siswa. Selain itu, mereka juga dilatih untuk bisa bersikap kritis dan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ditemui, baik di sekolah maupun rumah.

“Ini adalah wujud komitmen kami untuk terus menjadi bagian dari masyarakat Wawonii dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul,” kata Cipto kepada siberindo.co, Minggu (26/2/2023).

Baca Juga  Pengelolaan Tambang PT GKP Patut Dijadikan Contoh Perusahaan Lain di Sultra

Cipto bilang, kelas kepemimpinan bersama GKP merupakan kegiatan perdana untuk level sekolah dasar. Kegiatan softskill akademik ini, akan menjadi kegiatan yang berkelanjutan dengan menyasar semua tingkatan sekolah mulai SD sampai SMA.

Dikatakan, kegiatan ini menyasar sekolah-sekolah yang berada di lingkar tambang. Tapi selanjutnya akan diperluas ke sekolah-sekolah se-Kabupaten Konkep.

Cipto menambahkan, kegiatan kelas kepemimpinan bersama GKP ini merupakan bagian dari program employee voluntary programm (EVP). Dalam kegiatan ini, trainer dan mentor berasal dari karyawan yang menjadi relawan.

“Generasi unggul di masa depan adalah generasi kreatif yang mampu beradaptasi dalam setiap perubahan. Melalui program ini kita ingin menyiapkan shaping the next generation, generasi luar biasa di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga  Proses Raperda RTRW Masih Panjang, Bappeda Konkep Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Salah satu mentor dalam kegiatan kelas kepemimpinan GKP, Maria Angelina Dea menceritakan, salah satu materi yang ditampilkan kepada para siswa adalah menyelesaikan persoalan atau masalah yang berasal dari cerita yang sering didongengkan orang tua bagi anak-anaknya di Rokoroko Raya yakni, cerita La Ndoke-ndoke dan Wa Kolo-kolopua. Cerita tentang persahabatan monyet dan kura-kura, yang akhirnya berujung tragis, dimana keduanya mati.

Pada kegiatan itu, para siswa diminta untuk memberi solusi, agar muara dari cerita monyet dan kura-kura tidak berakhir dengan kematian. Para siswa diharapkan untuk kreatif dan inovatif memanfaatkan alat-alat sederhana yang ada di sekitar mereka untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh monyet dan kura-kura.

Baca Juga  Dikukuhkan, DPP LAT Sultra Diharapkan Dapat Mendukung Program Pemerintah

“Melalui kegiatan ini, ada kerjasama, ada inovasi, improvisasi sehingga mereka mampu mengurai masalah. Muaranya adalah membentuk pribadi yang bisa menyelesaikan setiap masalah,” ujar Dea.

Sementara itu, Kepala SDN 06, Rokoroko, Herman menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan kemampuan soft skill para siswa, sehingga ke depan mereka bisa lebih kritis, inovatif, dan kreatif dalam menghadapi tantangan hidup.

“Mudah-mudahan kerjasama ini bisa diteruskan dengan kerjasama-kerjasama lainnya ke depannya,” tutur Herman (DAN)

News Feed