SIBERINDO.CO, WAKATOBI – Pemerintah Wakatobi memberikan dukungan dana terhadap pembangunan rumah ibadah. Hal itu dibuktikan dengan peletakkan batu pertama renovasi Masjid Fastabiqul Kharat Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-wangi, Kamis (20/8) kemarin yang dilakukan Bupati Wakatobi, Arhawi Ruda.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat penyesuaian arah kiblat Masjid Fastabiqul Kharat dan Masjid Attaqwa Desa Longa, kepada masing-masing ketua panitia kedua masjid.
Dalam arahannya, Bupati Arhawi merespon positif kegiatan itu. Apresiasi ia berikan kepada masyarakat, pihak panitia kegiatan, serta pengurus Masjid Fastabiqul Kharat Desa Waelumu.
Menurut Ketua DPD II Golkar Wakatobi itu, baik kegiatan pembangunan maupun renovasi rumah ibadah harus didorong karena mendukung Wakatobi religius.
“Saya bersyukur berada di tengah-tengah masyarakat yang mengambil inisiatif yang memahami konsep pembangunan daerah. 3 hingga 4 tahun terakhir ini kita juga telah merehabilitasi dan membangun berbagai rumah ibadah di Kabupaten Wakatobi ini. Serta mengumrohkan masyarakat Wakatobi sebanyak 50 orang per tahunnya, ” terang Arhawi dalam sambutannya.
Katanya, anggaran renovasi Masjid Fastabiqul Kharat Desa Waelumu bakal didorong lewat APBD Wakatobi tahun 2021 nanti.
Perwakilan Kemenag Wakatobi, Ali Maris menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemda Wakatobi yang telah mendorong berbagai kegiatan pembangunan dan renovasi Masjid atau pun Musholah di wilayah Wakatobi.
“Kami sebagai mitra Pemda Wakatobi dibidang keagamaan sangat mengapresiasi pembangunan rumah-rumah ibadah di Wakatobi ini,” terangnya.
Ia menambahkan, dari sebanyak 173 Masjid dan Musholah yang tersebar di Kabupaten Wakatobi, Kemenag Wakatobi telah melakukan pengukuran perubahan arah kiblat, baik itu masjid yang baru dibangun ataupun kegiatan renovasi berat atas permintaan ketua panitia masjid.
“Untuk di Pulau Wangi-wangi ini saja sudah ada 11 masjid yang kita berikan sertifikat perubahan arah kibat. Baik itu masjid yang baru dibangun ataupun rehabilitasi berat seperti ini,” terang Ali Maris. (publiksatu)


Komentar