oleh

Ketua Kadin Sultra Dorong Pemanfaatan Aspal Buton

Kendari, siberindo.co – Kabupaten Buton menyimpan 80 persen cadangan aspal alam dunia yang terbentang dari Utara sampai Selatan. Potensi aspal di Buton begitu besar bahkan mampu menyuplai untuk kebutuhan utama dalam dan luar negeri.

Aspal alam yang hanya dimiliki oleh Buton tersebut merupakan potensi besar untuk pendapatan negara jika dikelola dengan baik. Melihat potensi kekayaan alam tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengambil langkah-langkah untuk mendorong promosi dan pemanfaatannya dimulai dari daerah sendiri.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang menindaklanjuti hal itu dengan bertemu Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, membahas potensi asal Buton untuk dimanfaatkan di daerah sendiri.

“Sulawesi Tenggara sebagai penghasil aspal, kenapa penggunaannya tidak dimulai dari daerah sendiri,” kata  Anton saat bertemu Sulkarnain di kantornya, Sabtu (8/10/2022).

Baca Juga  Perisai Prabowo Gandeng SPKS Wujudkan Kesejahteraan Petani Sawit Melalui Kemitraan Strategis

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra itu berharap seluruh kepala daerah di Sultra mau menggunakan aspal Buton. Sebab jangan sampai orang dari luar bilang, penghasil aspal tapi jalan di daerah sendiri malah berlubang.

Anton juga menyampaikan bahwa harga aspal Buton sangat murah hanya Rp1.650.000 per ton sementara aspal minyak bisa sampai Rp8.000.000 hingga Rp13.000.000 per ton. Menurutnya, dari harga tersebut pemanfaatan aspal Buton bisa menghemat anggaran daerah, karena lebih murah.

“Dengan anggaran terbatas yang dimiliki setiap daerah, kemungkinan dengan aspal minyak dapat dianggarkan hanya 20 sampai 30 kilometer, sementara untuk aspal Buton bisa sampai 100 kilometer,” ujar Anton.

Baca Juga  Anton Timbang Perkenalkan Budaya dan Investasi Sultra di Amerika Serikat

Ia juga bersyukur sebab kedatangan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu dan bisa melihat langsung seperti apa kondisi aspal Buton di Sultra untuk digunakan secara nasional, sehingga tidak ada lagi impor aspal.

Dengan adanya instruksi dari Presiden hingga 2024 tidak impor aspal, tentunya sangat mendukung pengusaha aspal untuk memproduksi aspal sebanyak-banyaknya.

“Alhamdulillah, bapak Wali Kota Kendari sudah membuat surat instruksi terkait penggunaan Aspal Buton ini sehingga ini menjadi angin segar buat Kadin Sultra,” pungkasnya.

Setelah mendengarkan paparan Ketua Kadin Sultra, Wali Kota Kendari, Sulkarnain kadir mengeluarkan instruksi penggunaan aspal Buton di tahun 2023 mendatang.

“Walaupun di penghujung masa tugas, selama masih ada waktu berbuat untuk kota Kendari, jangankan sehari, satu jam saja akan saya lakukan. Kemarin saya sudah teken surat instruksi kepada seluruh OPD di lingkup Kota Kendari, khususnya dinas terkait untuk menindaklanjuti, membuat regulasi dan memastikan aspal Buton ini akan dipakai di tahun 2023 mendatang,” kata Sulkarnain.

Baca Juga  Yudhianto Mahardika Terpilih Sebagai Ketua Forum PRB Sultra Periode 2023-2026

Menurutnya, tidak ada pilihan untuk tidak menggunakan aspal Buton, sebab secara biaya lebih efisien, dan lebih murah. Selain itu, teknologi kualitasnya sudah lebih bagus dan secara perlakuan lebih mudah dalam kondisi apa pun bisa.

“Saya berterima kasih kepada bapak Anton Timbang yang sudah membuka cara berfikir kita, memberikan informasi secara jelas sehingga kami bisa mengambil keputusan,” ujar Sulkarnain. (Dan)

News Feed