PUBLIKSATU, BAUBAU – Nama-nama pendaftar calon Dirut PDAM Baubau yang lolos administrasi belum juga diumumkan Panitia Seleksi (Pansel).
Padahal, merujuk dari jadwal awal, tahapan ini sudah molor dua pekan.
Seyogyanya, pengumuman hasil verifikasi administrasi itu dilaksanakan sejak 24 Agustus 2020 lalu. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan mengikuti ujian psikotes 27 Agustus 2020.
Pansel Direktur PDAM Baubau berkelit soal molornya jadwal itu merupakan bagian dari upaya memuluskan langkah pendaftar tertentu. Dalihnya, pengumuman daftar peserta lolos berkas masih menunggu waktu tepat.
“Tidak ada itu tarik ulur (penetapan peserta seleksi). Tidak ada kesengajaan dari kami untuk menunda-nunda pengumuman hasil verifikasi berkas itu,” ungkap Ketua Pansel Direktur PDAM Baubau, La Ode Sarafa, di Setda Baubau, Senin (7/9).
Asisten III Setda Baubau ini mengakui telah mengantongi pelamar yang lolos ke tahap psikotes atau tes kejiwaan. Namun, dia memilih masih merahasiakan nama-nama tersebut.
“Kami memang sudah lakukan rapat penetapan pendaftar yang lolos berkas. Tapi, kita harus laporkan dulu kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM) dalam hal ini Wali Kota. Setelah itu baru kita umumkan,” tukasnya.
Menurut dia, pendaftar yang lolos berkas dipastikan adalah mereka yang memenuhi syarat sesuai ketentuan berlaku. “Siapa pun juga, kalau tidak memenuhi syarat, jangan coba-coba diloloskan,” imbuhnya.
Sarafa menambahkan, pihaknya menargetkan hasil verifikasi berkas diumumkan sebelum medio September ini. Sehingga, Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) bisa langsung melaksanakan psikotes.
“Sebab, UMB juga sudah mendesak terus bahwa kapan kita laksanakan psikotes. Jadi, kita perkirakan para peserta seleksi itu sudah bisa mengikuti psikotes pada pertengahan bulan ini,” tandasnya.
Sebagai tambahan, seleksi calon Direktur PDAM Baubau untuk periode empat tahun kedepan ini diikuti 10 pendaftar. Mereka adalah Jemmy Hersandi, Budi Amin, Taslimin Tahara, Alamsyah, Musrin Musuidu, Dian Anggreani, Susanto Safi, Yasmin Asqar, Adenan Muhidi dan Ardi Toris. (publiksatu)


Komentar