oleh

Tim SAR Lakukan Pencarian Nelayan Hilang Di Perairan Kolaka

Kendari – Tim pencarian dan pertolongan Basarnas Kendari mencari seorang nelayan bernama Cedi (40) yang dilaporkan hilang akibat perahunya terbalik diduga dihantam ombak di wilayah perairan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi melalui keterangan pers di Kendari, Senin malam, mengatakan pihaknya menerima laporan hilangnya korban pada Senin pukul 16.00 WITA dari keluarganya.

“Pada pukul 16.00 WITA kami menerima informasi dari Bapak Nasir keluarga korban yang melaporkan bahwa pada pukul 13.30 WITA satu buah longboat terbalik di sekitar perairan Desa Awa yang ditumpangi seorang nelayan,” kata Aris.

Baca Juga  8.735 Warga Sulawesi Tenggara Sembuh dari COVID-19

Atas laporan itu, pada pukul 16.20 WITA tim penyelamat Pos SAR Kolaka diberangkatkan dengan menggunakan truk membawa satu unit perahu karet beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan SAR.

“Jarak lokasi kejadian kecelakaan dengan Pos SAR Kolaka sekitar 43,76 mil laut. Cuaca cerah dengan kecepatan angin 15-25 knot yang bertiup dari Barat ke Barat Laut, dan tinggi gelombang mencapai 2 meter,” ujar Aris.

Baca Juga  Permintaan Ekspor Udang Vaname Sultra Ke Jepang Meningkat

Ia menyampaikan, korban merupakan warga Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Korban dilaporkan hilang saat hendak balik ke rumahnya usai memancing ikan di perairan Pulau Lambasina, daerah tersebut.

“Dan pada pukul 13.30 WITA longboat korban dihantam ombak dan terbalik. Perahu korban sudah ditemukan dan korban sendiri masih dalam pencarian hingga saat ini,” tambah Aris.

Baca Juga  Di Sultra 1.073 Lansia Sudah Melakukan Vaksinasi COVID

Tiga hari sebelumnya, Basarnas Kendari juga mendapat laporan serupa dengan korban bernama Anca (30) warga Dawi-dawi Kecamatan Pomalaa, Kolaka.  Ia dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Jumat (2/4) pukul 14.00 WITA setelah perahunya dihadang cuaca buruk di perairan pulau Padamarang.

Anca, dilaporkan keluar melaut mencari ikan di Pulau Padamarang sejak 31 Maret 2021 dan perahunya  ditemukan mengalami patah pada bagian penyeimbang kapal. (*/cr6)

Sumber: sultra.antaranews.com

Komentar

News Feed